Menerawang Strategi HONDA Merebut Segmen Sport

Yups… puzle sang Tralis aka CB150R sudah komplit, tinggal menunggu harga On The Road’nya.

Apakah masih bisa bersaing dengan nu Pikson yang notabene sama-sama masih belum nampak bandrolnya.
Melihat data TPT, CB150R ini hanya akan di distribusikan sebanyak 120.000 unit saja taun ini (10.000 per bulan) sedang Pikson masih akan di genjot sampe 40.000 unit per bulan.
Jelas CB150R ini bukan di tujukan untuk melawan pikson, namun cuman ngisruh saja (ngrecoki). :mrgreen:
*po kepiye aku manud…

Namun jika melihat dari sisi lain, nampaknya info menggegerkan mengenai Tralis cukup SUKSES menutupi senjata baru AHM dalam hal ini K18 yang sampai saat ini masih nol penampakan fisiknya.

Membaca dari bebepapa blog papan atas, di kabarkan bahwa K18 ini merupakan motor sport pahe alias Motor seport dengan  harga terjangkau, entah akan di letakkan di range berapa, namun yang pasti akan berada di bawah NMP.

Enggine pun masih belum ada kabar pasti akan menggunakan type apa, hanya ada 2 kemungkinan bila kita flash back ke belakang, engine NMP atau engine Megapro lawas (maybe) namun sesuai peraturan pemerintah yang mewajibkan injeksi disemua sepeda motor pada taun mendatang, dapat di pastikan K18 ini akan memakai PGM-fi khas HONDA.

Melihat sepak terjang Pikson yang memang cukup membius para biker batangan tanah air, nampaknya AHM cukup sadar akan minset konsumen.

Nama Vixion sudah berkibar dan bukan sesuatu yang mudah untuk menurunkan bendera Vixion, untuk itulah senjata baru di persiapkan, dengan menggunakan Tralis sebagai tameng agar K18 ini tak terperhatikan oleh kompetitor. IMHO

Menarik memang, dan cukup sederhana.

Dimana untuk membunuh GAJAH tak perlu mencari GAJAH yang lebih kuat, namun cari saja SEMUT tapi dalam jumlah BESAR.

GAJAH kompetitor telah di refresh dan di persenjatai beberapa fitur seperti spido digital, velg lebar juga desain yang keren.

Sang pawang GAJAH pun sibuk membenahi persiapan pertarungan dengan GAJAH tetangga yang sudah membuat khawatir karna BERITAnya.

Di balik itu SEMUT-SEMUT kecil telah di latih untuk menggerogoti sang GAJAH mungkin juga akan memakan market sang KEBO. Edyan tenan…

Pertarungan di sini jelas tujuannya agar produk laris terserap konsumen, bukan berlomba2 membuat produk yang sempurna.

Logikanya… Konsumen akan memilih yang terjangkau daripada yang mahal meski itu keren. Yang terjangkau di pastikan lebih laris mas broo…

Karna yang keren belum tentu FUNGSIONAL, sasaran pasar K18 ini bisa jadi di tujukan untuk kalangan mid-end (bapak-bapak) melihat K18 yang di bekali double shock pada suspensi belakang (cocok untuk angkut barang, seperti jualan krupuk, ayam, cilok, batagor atau rongsokan) , namun tak menutup kemungkinan para kawula muda yang kurang modal untuk menebus nu Pikson atau CB150R.

Hmmmm…. jurus yang mematikan….

Sooo…. ini hanya opini pribadi saja…

Apakah kompetitor akan mengeluarkan seport versi pahe juga..????

Perlu riset paling tidak 2 tahun masbro. CMIIW…

Dan itu sudah terlambat jika ingin menghambat laju sang SEMUT yang sudah siap tanding.

Semoga berguna..

0 thoughts on “Menerawang Strategi HONDA Merebut Segmen Sport”

  1. disinyalir K18 justru sebagai tameng agar konsumen ga tergerus oleh Pulsar Series dan Apache series yang masih samar2 dilirik calon konsumen…

  2. kirain fresh model, tau nya ngorek2 tong sampah, nyari baju piksen lawas yg baru dibuang yamaho, wekekeke motor sampah, siap indent dibakar wkwk 😆

  3. Melihat data TPT, CB150R ini hanya akan di distribusikan sebanyak 120.000 unit saja taun ini (10.000 per bulan) sedang Pikson masih akan di genjot sampe 40.000 unit per bulan.
    Jelas CB150R ini bukan di tujukan untuk melawan pikson, namun cuman ngisruh saja (ngrecoki). :mrgreen:
    *po kepiye aku manud…
    *brooo…taun ini kan cuma sisa 3 bulan, 2 bulan efektif, jadi produksi CB150R sama dengan 60.000 unit/ bulan kan?! CMIIW

    1. sepertinya ada salah bahasa dari penulis
      setahu saya tpt itu untuk 1thn produksi, jadi bukan tahun ini saja..imho

Komentar bagus selalu menginspirasi dan menyemangati kami